PENGEMBANGAN PRODUK MINUMAN TEH SUNGKAI DENGAN MEMPERTIMBANGKAN PREFERENSI KONSUMEN
DOI:
https://doi.org/10.36275/zw90tt20Keywords:
Conjoint Analysis, Preferensi Konsumen, QFD, Atribut, The Royal Sungkai SinatraAbstract
Aspek penting yang perlu dilakukan oleh produsen agar produknya dapat bersaing yaitu dengan melakukan pengembangan dan inovasi produk. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan pada saat pandemi Covid-19 ini yaitu minuman dan makanan yang dapat meningkatkan imun tubuh seperti daun Sungkai yang dinamakan Teh Royal Sungkai Sinatra. Minuman ini merupakan produk baru hasil inovasi yang berawal dari maraknya penggunaan daun sungkai sebagai alternatif pengobatan Covid-19. Air rebusan daun sungkai dirasakan jika diminum langsung terasa pahit dan tidak praktis. Oleh karena itu perlu dilakukan pengembangan produk agar preferensi konsumen terpenuhi. Penelitian ini menggunakan integrasi metode Conjoint Analysis dan QFD. Metode Conjoint Analysis berfungsi untuk meneliti pasar terhadap preferensi konsumen mengenai atribut dan level yang menjadi fokus pelanggan, sedangkan QFD merupakan alat perencanaan yang berfungsi untuk memastikan preferensi konsumen diketahui pemilik usaha dalam pembuatan produk untuk peningkatan kepuasan pelanggan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh empat atribut penting bagi konsumen terhadap produk minuman teh sungkai, yaitu atribut rasa, aroma, warna, dan harga. Berdasarkan atribut dan level yang dianggap penting tersebut diperoleh 16 kombinasi produk dari hasil olahan SPSS. Kombinasi produk terbaik yaitu rasa lemon dengan aroma normal, teh memiliki warna coklat, dan harga <Rp20.000. Selanjutnya dilakukan pengolahan respon teknis produsen berdasarkan preferensi konsumen yang telah didapatkan melalui metode Conjoint Analysis. Berdasarkan hasil wawancara didapatkan empat respon teknis, dengan respon teknis yang memiliki nilai kepentingan relatif tertinggi yaitu pemilihan bahan baku dengan nilai 25%, artinya pengembangan pertama yang harus diperhatikan oleh perusahaan adalah pemilihan bahan baku produk minuman teh royal sungkai Sinatra
Downloads
References
Amjarsari, D. N., Purnomo, B. H., & Nurhayati, N. 2016. Pendekatan Perancangan Mutu Cookies Berbahan Ubi Jalar Menggunakan Metode Fuzzy QFD (Studi Kasus Pada UD. Nula Abadi-Kabupaten Bondowoso).
DataIndonesia.id. (2023, 23 Februari). Kinerja Industri Makanan dan Minuman Naik 4,90% pada 2022. Diakses pada 10 April 2023, dari https://dataindonesia.id/sektor-riil/detail/kinerja-industri-makanan-dan-minuman-naik-490-pada-2022
Irawati, D. Y., & Ezrani, O. (2018). Servqual dan Conjoint Analysis dalam House of Quality untuk layanan ojek online. Jurnal Teknik Industri, 19(1), 82–96.
Indonesia.go.id. (2020, 28 April). Daun Sungkai Si Peningkat Kekebalan. Diakses pada 10 April 2023, dari https://indonesia.go.id/kategori/kuliner/1795/daun-sungkai-si-peningkat-kekebalan?lang=1
Instagram.com. (2021, 7 December). Sinatra Sumatra Artisan Tea Royal Sungkai. Diakses pada 10 April 2023, dari https://www.instagram.com/p/CXKyWzQFg4J/?utm_source=ig_web_copy_link
Kemenperin.go.id. (2021, 19 April). Industri Makanan dan Minuman Diakselerasi Menuju Transformasi Digital. Diakses pada 10 April 2023, dari https://kemenperin.go.id/artikel/22485/Industri-Makanan-dan-Minuman-Diakselerasi-Menuju-Transformasi-Digital
Puspita, V. (2019). Pengaruh Pengembangan Produk Usaha, Keragaman Produk Ekonomi Kreatif dan Etika Pelaku Usaha Pariwisata terhadap Keputusan Berkunjung ke Objek Wisata di Kota Bengkulu. Creative Research Management Journal, 2(2), 11–24.
Rahardjo, S. A. (2017). Analisis Atribut Yang Menjadi Preferensi Konsumen Dalam Memilih Produk Homds Teh Hijau. Jurnal Performa: Jurnal Manajemen Dan Start-up Bisnis, 1(6), 739–745.
Yani, A. P., Yenita, Y., Ansori, I., & Irwanto, R. (2013). Uji Potensi Daun Muda Sungkai (Peronema Canescens) untuk Kesehatan (Imunitas) pada Mencit (Mus. muculus). Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning, 11(1), 245–250.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Prima Fithri, Intan Juwita, Alizar Hasan, Asmuliardi Muluk

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





