Kajian Teknis Sistem Mine Dewatering di Lubang THC-06 Tambang Batubara Bawah Tanah CV. XYZ

Authors

  • Ferdinan Akbar Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang Author
  • Nofrohu Retongga Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang Author
  • Dian Hadiyansyah Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang Author
  • Jevie Carter Eka Putra Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang Author
  • Suci Fitria Rahmadhani Z Sekolah Tinggi Teknolog Industri Padang Author
  • Hendriono Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang Author
  • Suhernomo Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang Author

DOI:

https://doi.org/10.36275/qa6z1k55

Keywords:

Mine dewatering, debit air tanah, debit limpasan, kebutuhan pompa, sump, tambang bawah tanah

Abstract

Sistem mine dewatering merupakan bagian krusial dalam mendukung kelancaran operasi tambang bawah tanah, khususnya dalam menangani permasalahan air yang menggenangi daerah kerja. Penelitian ini dilakukan di lubang THC-06 milik CV. Tahiti Coal yang berlokasi di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Permasalahan utama yang ditemukan adalah adanya genangan air setinggi 15–35 cm di area penambangan, yang disebabkan oleh tidak optimalnya sistem pemompaan serta belum dilakukannya pengukuran debit air tanah dan limpasan secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit air tanah dan limpasan, menentukan kebutuhan pompa, serta merancang dimensi sump yang ideal untuk mendukung sistem penyaliran tambang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer dan sekunder melalui observasi lapangan, pengukuran debit air, serta data curah hujan selama 10 tahun terakhir. Pengolahan data melibatkan metode rasional untuk menghitung debit limpasan, metode gumbel untuk curah hujan rencana, dan analisis kebutuhan pompa berdasarkan perhitungan head total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit limpasan yang masuk sebesar 0,1099 m3/detik dan debit air tanah mencapai 0,0016 m3/detik. Jumlah pompa ideal yang dibutuhkan adalah 1unit pompa San Ei 6SES3P60-3 dengan kapasitas 0,01167 m³/s. Dimensi sump yang optimal untuk menampung total debit air yang masuk adalah 18 m × 2,5 m × 2 m. Dengan sistem mine dewatering yang dirancang secara teknis dan akurat, gangguan operasional tambang dapat diminimalkan secara signifikan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ariana, W., & Jati, S. N. (n.d.). Potensi Terbentuknya Mineralisasi Di Cekungan Ombilin Provinsi Sumatera Barat.

Bisri, M. (2012). Air Tanah. Universitas Brawijaya Press.

Darwis, H., & Sc, M. (2018). Pengelolaan Air Tanah. Yogyakarta: Pena Indis.

Endriantho, M., Ramli, M., Hasanuddin, T. P. U., & Hasanuddin, T. G. U. (2013). Perencanaan Sistem Penyaliran Tambang Terbuka Batubara. Jurnal Geosains, 9(01).

Gautama, R. S. (1999). Sistem penyaliran tambang. Institut Teknologi Bandung.

Hamdan, A. P., Anshariah, A., Bakri, H., & Yusuf, F. N. (2023). Perencanaan Kebutuhan Pompa Untuk Sistem Dewatering Tambang Emas Desa Bakan Kabupaten Bolaang Mongondow. Journal of Mining Insight, 1(1), 17–25.

Sosrodarsono, S., & Takeda, K. (2003). Hidrologi untuk pengairan, Jakarta, penerbit PT. Pradiya Paramita.

Straskraba, V., & Effner, S. (1998). Water control in underground mines–grouting or drainage. International Mine Water Association, Johannesburg, 195–212.

Syarifuddin, S., Widodo, S., & Nurwaskito, A. (2017). Kajian Sistem Penyaliran Pada Tambang Terbuka Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan. Jurnal Geomine, 5(2), 84–89.

Published

2025-12-31

How to Cite

Kajian Teknis Sistem Mine Dewatering di Lubang THC-06 Tambang Batubara Bawah Tanah CV. XYZ. (2025). Jurnal Sains Dan Teknologi: Jurnal Keilmuan Dan Aplikasi Teknologi Industri, 25(2), 282-288. https://doi.org/10.36275/qa6z1k55