Kajian efisiensi proses koagulasi-flokulasi menggunakan biokoagulan kulit singkong terhadap parameter pencemar limbah laundry

Authors

  • Vina Lestari Riyandini Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang Author
  • Sri Yanti Lisha Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang Author
  • Elsa Tri Utami Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang Author

DOI:

https://doi.org/10.36275/qg9vmp88

Keywords:

limbah laundry, kulit singkong, surfaktan, koagulan alami

Abstract

Kulit singkong memiliki potensi besar sebagai koagulan alami karena kandungan senyawa aktif seperti pati, selulosa, dan tanin. Kulit dalam lebih kaya akan pati, selulosa, dan hemiselulosa yang efektif dalam proses koagulasi dan flokulasi. Koagulan kulit singkong memiliki kemampuan dalam penyisihan kontaminan dalam air limbah, tidak terkecuali diterapkan pada limbah laundry. Pertumbuhan usaha laundry di Kota Padang yang pesat telah meningkatkan jumlah limbah cair yang dihasilkan, di mana konsentrasi parameter COD dan surfaktan melebihi baku mutu sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Sehingga dibutuhkan penerapan teknologi yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah kulit singkong sebagai koagulan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi dosis kulit singkong sebagai koagulan terhadap penurunan kadar COD dan surfaktan pada limbah cair laundry, menentukan dosis terbaik terhadap penurunan COD dan surfaktan, serta menghitung efisiensi penurunan COD dan surfaktan. Metode yang digunakan adalah proses koagulasi-flokulasi dengan variasi dosis kulit singkong sebesar 7 g, 8 g, dan 9 g dalam 500 mL sampel limbah laundry, pada pH 6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis koagulan berpengaruh signifikan terhadap penurunan konsentrasi COD dan surfaktan. Dosis 8 g merupakan dosis terbaik yang menghasilkan efisiensi penyisihan COD sebesar 84,15% dengan konsetrasi akhir 24,70 mg/L, dan surfaktan sebesar 92,81% dengan konsentrasi akhir 0,99 mg/L. Nilai ini telah memenuhi baku mutu yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014. Berdasarkan hasil tersebut, kulit singkong terbukti efektif digunakan sebagai koagulan alami dalam pengolahan limbah cair laundry dengan dosis terbaik 8 g

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adhi Setiawan, A., Putri, A. S. I., & Sophia, A. V. (2023). Efektivitas kombinasi koagulan kitosan cangkang kepiting bakau dan pati kulit singkong dalam menurunkan kadar COD dan fosfat pada limbah laundry. Jurnal Sumber Daya Alam dan Lingkungan, 10(1), 17–25.

Airun, I. (2020). Pemanfaatan koagulan alami dalam pengolahan air limbah. Jurnal Pengolahan Air, 12(2), 101–109.

Asiah, N. (2019). Morfologi tanaman singkong. Jurnal Pertanian Tropis, 6(1), 55–61.

Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik usaha jasa di Indonesia tahun 2024. Badan Pusat Statistik.

Bahri, S., Nugroho, D. A., & Amalia, R. (2017). Efektivitas kulit singkong dalam menurunkan kadar Fe pada air tanah. Jurnal Rekayasa Lingkungan, 13(3), 145–152.

Bhatia, S., Othman, Z., & Ahmad, A. L. (2021). Biocoagulants for wastewater treatment: An overview. Environmental Chemistry Letters, 19(1), 125–140. https://doi.org/10.1007/s10311-020-01070-5

Bolto, B., & Gregory, J. (2007). Organic polyelectrolytes in water treatment. Water Research, 41(11), 2301–2324. https://doi.org/10.1016/j.watres.2007.03.012

Bratby, J. (2016). Coagulation and flocculation in water and wastewater treatment (3rd ed.). IWA Publishing.

Coniwanti, D., Suryono, & Jati, R. (2013). Pengaruh jenis koagulan terhadap efisiensi koagulasi limbah domestik. Jurnal Teknik Lingkungan, 9(1), 23–30.

Effendi, H. (2003). Telaah kualitas air bagi pengelolaan sumber daya dan lingkungan perairan. Kanisius.

Faryandi, A. (2020). Koagulasi–flokulasi sebagai metode pengolahan limbah cair industri. Jurnal Teknik Kimia, 10(2), 92–99.

Fitriyah, F., Fatimah, N., & Akbari, T. (2023). Studi efektivitas koagulan kitosan-kapur dalam menurunkan COD, MBAS, dan fosfat pada limbah laundry. Jurnal Serambi Mekkah, 8(2). https://doi.org/10.32672/jse.v8i2.5913

Gregory, J., & Duan, J. (2001). Hydrolyzing metal salts as coagulants. Pure and Applied Chemistry, 73(12), 2017–2026. https://doi.org/10.1351/pac200173122017

Handayani, D., & Santoso, H. (2019). Karakteristik kulit singkong sebagai alternatif koagulan alami. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 14(1), 34–42.

Hera, R. (2003). Bahan pencemar dalam deterjen dan dampaknya terhadap lingkungan. Jurnal Kimia dan Lingkungan, 7(2), 12–19.

Illah Sailah, M., Mulyaningsih, F., Ismayana, A., Puspaningrum, T., Adnan, A. A., & Indrasti, N. S. (2020). Kinerja karbon aktif dari kulit singkong dalam menurunkan konsentrasi fosfat pada air limbah laundry. Jurnal Teknologi Lingkungan, 21(3), 145–153.

Komang Ayu Trisna Yanti. (2024). Analisis karakteristik limbah laundry di Kota Padang. Jurnal Lingkungan Tropis, 9(1), 25–34.

Maulinda, T., Aisyah, R., & Handoko, S. (2015). Pemanfaatan limbah kulit singkong sebagai bahan koagulan alami. Jurnal Rekayasa dan Manajemen Lingkungan, 10(2), 47–52.

Nath, K., Dutta, M., & Singhal, A. (2020). Polymeric coagulants and their impact on floc characteristics. Journal of Environmental Chemical Engineering, 8(4), 103116. https://doi.org/10.1016/j.jece.2020.103116

Peraturan Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah.

Pratama, R., Nurhayati, E., & Susanti, D. (2016). Aplikasi biokoagulan alami dalam pengolahan air limbah rumah tangga. Jurnal Teknik Lingkungan, 14(1), 12–19.

Putri, F. D., & Herseolistyorini, D. (2012). Pemanfaatan kulit singkong sebagai koagulan alami dalam pengolahan air. Jurnal Teknik Lingkungan, 9(2), 80–88.

Putri, W., Sari, M., & Fatmawati, D. (2020). Dampak pembuangan limbah deterjen terhadap kualitas perairan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 19(1), 45–53.

Riyandini, V. L., & Iqbal, M. (2020). Pengaruh koagulan biji asam jawa (Tamarindus indica) terhadap efisiensi penurunan zat organik pada air gambut. Jurnal Serambi Engineering, 5(3), 1222–1227. https://doi.org/10.32672/jse.v5i3.2145

Roni Alida, R., & Budiman, H. (2024). Studi laboratorium pengolahan air terproduksi pada lapangan O&G dengan metode koagulasi–flokulasi menggunakan koagulan lidah buaya dan kulit singkong genderuwo. Jurnal Teknik Energi, 9(1), 88–95.

Rosnita, A., Kusuma, P. R., & Fauzan, A. (2023). Potensi koagulan alami dari limbah pertanian untuk pengolahan limbah cair. Jurnal Ilmu Lingkungan, 21(2), 99–108.

SNI 6989-59:2008. (2008). Air dan air limbah—Bagian 59: Metode pengambilan contoh air limbah. Badan Standardisasi Nasional.

SNI 6989-72:2009. (2009). Air dan air limbah—Bagian 72: Cara uji kebutuhan oksigen biokimia (BOD). Badan Standardisasi Nasional.

Yuniarti, L. (2019). Pemanfaatan kulit singkong sebagai flokulan alami dalam pengolahan air. Jurnal Rekayasa Proses, 15(3), 59–66.

Published

2025-12-31

How to Cite

Kajian efisiensi proses koagulasi-flokulasi menggunakan biokoagulan kulit singkong terhadap parameter pencemar limbah laundry. (2025). Jurnal Sains Dan Teknologi: Jurnal Keilmuan Dan Aplikasi Teknologi Industri, 25(2), 312-321. https://doi.org/10.36275/qg9vmp88